Rabu, 29 September 2010
Progam Kerja BEM yang Pertama Akan Segera Diselenggarakan
Pada tanggal 24-26 September 2010 lalu, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumangara menyelenggarakan Rapat Kerja Mahasiswa (Rakerma). Kegiatan yang bertempat di Kampus 4 Universitas Tarumanagara, Lippo Karawaci ini, telah menghasilkan kesepakatan dan keputusan bahwa dana fakultas sebesar Rp 50 juta, akan dialokasikan untuk program kerja DPM sebesar Rp 15 juta dan Rp 35 juta untuk program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Untuk BEM sendiri dana tersebut termasuk untuk penyelenggaraan program-program kerja tiga lembaga minat dan bakat di bawah naungan BEM, yaitu 'Oranye' (kelompok perminatan jurnalistik), 'I-focus' (kelompok perminatan fotografi), dan 'Creadzy' (kelompok perminatan periklanan).
Berkaitan dengan pengalokasian dana tersebut, BEM dibawah pimpinan Chandra Zulkaernen untuk periode jabatan 2010-2011, telah menetapkan lima progam kerja untuk setahun ke depan. Lima program tersebut adalah Fikom Expo, Piala Dekan, Seminar, Art Festival, dan Pendidikan Dasar (Diksar) anggota BEM baru.
Ivana Carolin, salah seorang mahasiswi Fikom Untar, mengungkapkan dukungannya terhadap program kerja BEM ini, ”Asalkan dikemas dengan menarik pasti akan mendukung banget. Ini membuat fikom semakin eksis dan terkenal, jadi kita bisa unjuk gigi ke fakultas lain.” Mahasiswi angkatan 2009 yang memilih Art Festival sebagai program yang paling ditunggu ini juga menyampaikan harapannya mengenai progam kerja BEM ke depan. ”Harapannya supaya semakin kreatif dan semakin melibatkan banyak mahasiswa. Buat yang heboh, dan selalu ada unsur budaya,” jelasnya.
Chandra sendiri mengaku optimis akan rencana program kerja yang telah disusun. Oleh karena itu ia menghimbau dan mengharapkan pertisipasi aktif dari seluruh civitas Fikom Untar, terutama mahasiswa demi menyukseskan progam kerja yang ada.
Sekedar informasi, Fikom Expo merupakan program pertama yang akan di selenggarakan BEM. Kegiatan berupa rangkaian seminar ini direncanakan berlangsung selama empat hari dimana masing-masing hari mengangkat satu tema dari tiga tema perminatan Fikom Untar, yaitu Publik Relation, Periklanan, dan Jurnalistik, serta fotografi sebagai tema ke-4. Program ini direncanakan akan diselenggarakan pada pertengahan November mendatang.
”BEM Fikom bukan apa-apa tanpa kalian, mudah-mudahan semua mahasiswa bisa berpartisipasi dalam tiap acara yang dibuat, baik sebagai panitia maupun peserta. Mudah-mudahan dengan saling bekerja sama semua proker (program kerja) kita bisa jalan semua,” ungkapnya menuturkan harapan.
Banjir Hampiri Kota Tangerang
Banjir tidak hanya melanda daerah Jakarta, tetapi juga merambah sampai ke daerah Tangerang. Pasalnya hari Selasa, 28 September 2010 tiga rumah di kawasan perumahan Kavling Setiabudi, Kelurahan Cipadu, Tangerang, Banten porak poranda oleh air yang ketinggiannya hampir 1 meter.
Perumahan tersebut memang merupakan daerah yang sering dilanda banjir setiap tahunnya. Hal ini diduga akibat pembangunan komplek yang dibangun di atas daerah resapan air. Ditambah lagi penyempitan saluran aliran air menyebabkan banjir sering "berkunjung" ke tempat tersebut.
Warga yang menjadi korban langganan dari peristiwa ini mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan banjir terparah dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Mereka berharap agar pemerintah kota Tangerang segera menangani dan membenahi lokasi kejadian yang menjadi tempat tinggal mereka.
Alfonsius Geraldi (21) mengatakan bahwa tata kota di Indonesia khususnya di Pulau Jawa memang buruk. " Pulau Jawa sudah terlalu padat, jadinya lahan kosong dibangun seenaknya tanpa memperhatikan jenis daerahnya, misalnya baik atau tidak untuk dijadikan pemukiman penduduk. " ujarnya. Ia menilai perencanaan kota Tangerang tidak terlalu matang hingga menyebabkan banyak pemukiman dilanda banjir.
Irwan Samudra (21) seorang mahasiswa Planologi mengatakan bahwa pemerintah harus melihat terlebih dahulu apakah benar daerah pemukiman itu pada awalnya merupakan daerah resapan air berupa taman, garis sepadan sungai atau jalan. " Jika benar itu lokasi serapan dan sudah memiliki bentuk dan ternyata dijadikan pemukiman maka sebaiknya dilakukan penggusuran." tambahnya.
Irwan juga menambahkan bahwa masalah banjir ini seharusnya bisa ditangani oleh pemerintah setempat dengan memperdalam sungai dan menerapkan area bebas bangunan pada sisi sungai serta membuat waduk dan memberikan penyuluhan bagi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. "Pemerintah harus tegas terhadap perubahan tata guna lahan yang ada, terutama perubahan area resapan menjadi bangunan tinggi atau rumah. Mengingat hal tersebut akan membawa dampak bukan hanya kepada penduduk sekitar tetapi juga pada kota itu sendiri." jelasnya.
Oleh : Lindayani (915080074)
Sumber : http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/09/28/113986/Banjir-Jebolkan-3-Rumah-di-Tangerang
http://www.tangerangnews.com
Perumahan tersebut memang merupakan daerah yang sering dilanda banjir setiap tahunnya. Hal ini diduga akibat pembangunan komplek yang dibangun di atas daerah resapan air. Ditambah lagi penyempitan saluran aliran air menyebabkan banjir sering "berkunjung" ke tempat tersebut.
Warga yang menjadi korban langganan dari peristiwa ini mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan banjir terparah dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Mereka berharap agar pemerintah kota Tangerang segera menangani dan membenahi lokasi kejadian yang menjadi tempat tinggal mereka.
Alfonsius Geraldi (21) mengatakan bahwa tata kota di Indonesia khususnya di Pulau Jawa memang buruk. " Pulau Jawa sudah terlalu padat, jadinya lahan kosong dibangun seenaknya tanpa memperhatikan jenis daerahnya, misalnya baik atau tidak untuk dijadikan pemukiman penduduk. " ujarnya. Ia menilai perencanaan kota Tangerang tidak terlalu matang hingga menyebabkan banyak pemukiman dilanda banjir.
Irwan Samudra (21) seorang mahasiswa Planologi mengatakan bahwa pemerintah harus melihat terlebih dahulu apakah benar daerah pemukiman itu pada awalnya merupakan daerah resapan air berupa taman, garis sepadan sungai atau jalan. " Jika benar itu lokasi serapan dan sudah memiliki bentuk dan ternyata dijadikan pemukiman maka sebaiknya dilakukan penggusuran." tambahnya.
Irwan juga menambahkan bahwa masalah banjir ini seharusnya bisa ditangani oleh pemerintah setempat dengan memperdalam sungai dan menerapkan area bebas bangunan pada sisi sungai serta membuat waduk dan memberikan penyuluhan bagi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. "Pemerintah harus tegas terhadap perubahan tata guna lahan yang ada, terutama perubahan area resapan menjadi bangunan tinggi atau rumah. Mengingat hal tersebut akan membawa dampak bukan hanya kepada penduduk sekitar tetapi juga pada kota itu sendiri." jelasnya.
Oleh : Lindayani (915080074)
Sumber : http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/09/28/113986/Banjir-Jebolkan-3-Rumah-di-Tangerang
http://www.tangerangnews.com
Dunia Butuh Indonesia
“Gak salah?”, ungkap Michael, seorang trainer dari Melawai Grup ketika ditanya mengenai kerjasama Amerika Serikat (AS) dengan Indonesia. Kompas online pada edisi Selasa 29 September 2010 mengatakan bahwa Indonesia sangat dibutuhkan olen dunia. Berkenaan dengan hal tersebut, Amerika Serikat ingin bekerjasama dengan Indonesia dalam bidang lingkungan hidup dan perubahan iklim.
Michael yang juga merupakan alumni mahasiswa akuntansi Universitas Tarumanagara mengungkapkan rasa setujunya atas kerjasama ini. “Karena kita memiliki alam yang sangat subur, tapi mungkin hanya sebagai penyedia saja, bukan sebagai pengolahnya, karena teknologi di Indonsesia belum begitu canggih”, ujarnya.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot A. Marcie menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan tiga hal terpenting dalam kerjasama Indonesia – Amerika Serikat disamping industri perdagangan dan pendidikan. Di bidang pendidikan, Scot mengungkapkan niatnya dalam mata kuliah di Universitas Andalas, Padang untuk meningkatkan jumlah mahasiswa/I Indonesia di Amerika Serikat dan juga mahasiwa/I Amerika di Indonesia.
Miko, demikian panggilan akrab untuk pria kelahiran asli Jakarta ini mendukung kerjasama AS dengan Indonesia. “Tapi apa yang mau dipelajari dari Indoesia ?”, herannya. Mungkin dari segi penelitian dan pendidikan, kit amasih harus banyak belajar pada negeri Paman Sam tersebut. Namun sistem pendidikan di Indonesia juga tidak kalah bagusnya. Buktinya Scot mengatakan akan menggandakan jumlah mahasiswa/i AS di Indonesia yang sudah menurun satu dekade terakhir.
Ia juga memastikan komitmen bantuan Pemerintah Amerika Serikat seb esar 165 juta dollar Amerika Serikat selama lima tahun ke depan yang akan diperuntukkan bagi beasiswa, pembelajaran Bahasa Inggris, dan program persiapan kemampuan berbahasa Inggris untuk studi di Amerika Serikat.
Harapan Michael untuk kerjasama dua negara ini adalah agar Indonesia dapat belajar banyak dari AS untuk hal – hal yang berguna bagi kehidupan kita. Selain itu ia juga berharap agar Indonesia dapat belajar hidup yang benar – benar berdemokrasi seperti AS. Ia mengungkapkan keprihatinanya terhadap Indonesia dimana menurutnya walaupun negara kita dikatakan demokrasi, namun masih banyak diskriminasi dimana – mana.
-Rudy-
915080193
Michael yang juga merupakan alumni mahasiswa akuntansi Universitas Tarumanagara mengungkapkan rasa setujunya atas kerjasama ini. “Karena kita memiliki alam yang sangat subur, tapi mungkin hanya sebagai penyedia saja, bukan sebagai pengolahnya, karena teknologi di Indonsesia belum begitu canggih”, ujarnya.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot A. Marcie menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan tiga hal terpenting dalam kerjasama Indonesia – Amerika Serikat disamping industri perdagangan dan pendidikan. Di bidang pendidikan, Scot mengungkapkan niatnya dalam mata kuliah di Universitas Andalas, Padang untuk meningkatkan jumlah mahasiswa/I Indonesia di Amerika Serikat dan juga mahasiwa/I Amerika di Indonesia.
Miko, demikian panggilan akrab untuk pria kelahiran asli Jakarta ini mendukung kerjasama AS dengan Indonesia. “Tapi apa yang mau dipelajari dari Indoesia ?”, herannya. Mungkin dari segi penelitian dan pendidikan, kit amasih harus banyak belajar pada negeri Paman Sam tersebut. Namun sistem pendidikan di Indonesia juga tidak kalah bagusnya. Buktinya Scot mengatakan akan menggandakan jumlah mahasiswa/i AS di Indonesia yang sudah menurun satu dekade terakhir.
Ia juga memastikan komitmen bantuan Pemerintah Amerika Serikat seb esar 165 juta dollar Amerika Serikat selama lima tahun ke depan yang akan diperuntukkan bagi beasiswa, pembelajaran Bahasa Inggris, dan program persiapan kemampuan berbahasa Inggris untuk studi di Amerika Serikat.
Harapan Michael untuk kerjasama dua negara ini adalah agar Indonesia dapat belajar banyak dari AS untuk hal – hal yang berguna bagi kehidupan kita. Selain itu ia juga berharap agar Indonesia dapat belajar hidup yang benar – benar berdemokrasi seperti AS. Ia mengungkapkan keprihatinanya terhadap Indonesia dimana menurutnya walaupun negara kita dikatakan demokrasi, namun masih banyak diskriminasi dimana – mana.
-Rudy-
915080193
Jumat, 24 September 2010
Barack Obama Akan Mengunjungi Indonesia bulan November
Jakarta, 24 September 2010. Berdasarkan artikel yang terdapat dalam situs daring Jakarta Globe, disampaikan bahwa Presiden Amerika, Barack Obama akan mengunjungi Indonesia pada bulan November nanti. Ini adalah kali ketiga Obama berencana untuk mengunjungi Indonesia setelah dua rencana pertamanya tertunda karena alasan keadaan pemerintah domestik. Obama dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia setelah kunjungannya ke India. Mengingat isu batalnya kedatangan selebriti Paris Hilton, banyak masyarakat ragu akan jadi atau tidaknya kunjungan orang nomor satu di Amerika itu.
Lusiana, 38, "Menurut aku gak akan jadi datang, gak tau ya. Kemarin ini 'kan ada isu pembakaran al qur'an itu, bisa jadi masyarakat menolak kedatangan Obama. Mudah-mudahan sih jadi datang dan tidak ada kerusuhan ya," ungkapnya.
Memang banyak masyarakat yang khawatir akan adanya aksi anarkis atau penolakan keras terhadap kunjungan Obama. Rasanya sudah seperti tradisi, siapapun warga asing yang datang selalu ada kekhawatiran yang muncul di belakang. Entah itu demonstrasi besar-besaran, bahkan sampai isu pemboman serta aksi terorisme lainnya.
Namun menanggapi isu ini, seorang pekerja kreatif di Jakarta, Rama Sastra, 30, malah mengatakan tidak peduli sama sekali dengan urusan Obama. Baginya mau datang atau tidak sama saja. Walaupun Obama membatalkan kedatangannya pun ia tetap tidak peduli.
Sama seperti halnya Rama, seorang mahasiswi Universitas Bina NusantaraN Noviandita, 19, ia tidak terlalu peduli akan kunjungan presiden Amerika tersebut. Namun biarpun begitu, masih ada harapan kecil yang disimpannya, "Walaupun nggak mengerti juga dia mau apa datang ke Indonesia, semoga ya kalau jadi datang akan memberikan perubahan yangn positif bagi Indonesia," ungkapnya.
Sumber: www.thejakartaglobe.com - http://www.thejakartaglobe.com/home/obama-says-hell-visit-indonesia-in-november-after-india-trip/397848
Oleh: Chrestella - 915080072
Penutupan Jalan Tol Efektif Mengurangi Kemacetan
Setiap hari hampir di sejumlah kawasan Ibukota selalu dipadati oleh kendaraan bermotor. Kondisi itu terutama makin diperparah terutama pada saat jam pergi dan pulang kantor. Berbagai upaya pun telah dilakukan untuk mengurangi tingkat kemacetan, salah satunya dengan merealisasikan penggunaan Transjakarta serta diberlakukannya 3in1 pada jam-jam tertentu.
Namun ternyata upaya itu hanya efektif selama beberapa saat. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya memutuskan akan segera melakukan penutupan jalan tol Semanggi 1 setelah sebelumnya dilakukan uji coba pada 20 Agustus lau. Berdasarkan evaluasi, uji coba itu dinilai efektif untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi. Walau kondisi jalanan padat namun kendaraan bisa berjalan dengan lancar.
Tanggapan pun mulai bermunculan dari para pengguna jalan. menyikapi kebijakan itu, Dony (21) mahasiswa Atma jaya jurusan Akuntansi mengaku bahwa dirinya belum tahu banyak mengenai informasi tersebut. Jika benar pun, ia tidak mempermasalahkannya karena yang penting ada alternatif pintu tol lainnya. " Jalanan di Semanggi ini memang selalu macet setiap harinya, apalagi saat jam pulang kantor. Mungkin karena bertambah banyaknya kendaraan dan jalanan yang sempit serta tidak ada pemugaran jalanan menjadi penyebabnya. Kesel seh tapi udah biasa," ujarnya.
Sementara itu, Arif (28) bekerja di Kuningan dan sering melewati kawasan tersebut mencoba bersikap netral dengan kebijakan pemerintah." Setuju nggak setuju, saya terima aja. Nggak ada efeknya juga. Itu bukan solusi yang terbaik, seharusnya yang ada itu kendaraan dikurangi, pajak dinaikin. Sekarang kalau dilihat, jalanan mana yang nggak macet? Semua pasti macet karena nggak bisa diperluasa jalanannya," sesalnya.
Rencananya selain menutup pintu masuk tol Semanggi 1 dan pusat perbelanjaan, Polda Metro juga akan merealisasikan sejumlah pintu tol lainnya, seperti pintu masuk dan keluar Tebet 1, pintu masuk Pejaten Village serta beberapa kawasan yang selama ini menyumbang kemacetan parah.
Sumber : http://www.wartakota.co.id/read/news/29063
Gambar : Google.com , http://www.wartakota.co.id/upload/photo/2010/08/20/7b58f1c124eb9931de216c0a8562443d.jpg
Oleh : Astrid Meiliani ( 915080057)
Namun ternyata upaya itu hanya efektif selama beberapa saat. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya memutuskan akan segera melakukan penutupan jalan tol Semanggi 1 setelah sebelumnya dilakukan uji coba pada 20 Agustus lau. Berdasarkan evaluasi, uji coba itu dinilai efektif untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi. Walau kondisi jalanan padat namun kendaraan bisa berjalan dengan lancar.
Tanggapan pun mulai bermunculan dari para pengguna jalan. menyikapi kebijakan itu, Dony (21) mahasiswa Atma jaya jurusan Akuntansi mengaku bahwa dirinya belum tahu banyak mengenai informasi tersebut. Jika benar pun, ia tidak mempermasalahkannya karena yang penting ada alternatif pintu tol lainnya. " Jalanan di Semanggi ini memang selalu macet setiap harinya, apalagi saat jam pulang kantor. Mungkin karena bertambah banyaknya kendaraan dan jalanan yang sempit serta tidak ada pemugaran jalanan menjadi penyebabnya. Kesel seh tapi udah biasa," ujarnya.
Sementara itu, Arif (28) bekerja di Kuningan dan sering melewati kawasan tersebut mencoba bersikap netral dengan kebijakan pemerintah." Setuju nggak setuju, saya terima aja. Nggak ada efeknya juga. Itu bukan solusi yang terbaik, seharusnya yang ada itu kendaraan dikurangi, pajak dinaikin. Sekarang kalau dilihat, jalanan mana yang nggak macet? Semua pasti macet karena nggak bisa diperluasa jalanannya," sesalnya.
![]() |
| Polisi sedang mengatur lalu lintas di pintu tol Semanggi 1 |
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemprov DKI akan meminta PT Jasa Marga untuk menambah loket-loket tiket karena tidak mungkin lagi memperluas lahan umum. Disamping itu juga menekankan penggunaan kartu elektronike-toll untuk membayar. Sebab dengan menggunakan e0toll dapat membantu percepatan transaksi dan antrian kendaraan tidak terlalu panjang.
Rencananya selain menutup pintu masuk tol Semanggi 1 dan pusat perbelanjaan, Polda Metro juga akan merealisasikan sejumlah pintu tol lainnya, seperti pintu masuk dan keluar Tebet 1, pintu masuk Pejaten Village serta beberapa kawasan yang selama ini menyumbang kemacetan parah.
Sumber : http://www.wartakota.co.id/read/news/29063
Gambar : Google.com , http://www.wartakota.co.id/upload/photo/2010/08/20/7b58f1c124eb9931de216c0a8562443d.jpg
Oleh : Astrid Meiliani ( 915080057)
Selasa, 21 September 2010
Tingkat Kecelakaan Mudik 2010 Menurun
Mudik selalu diidentikkan dengan kemacetan dan angka kecelakaan yang meningkat. Namun kabar baiknya, tahun 2010 ini angka kecelakaan menurun lumayan banyak. Dalam wartakota online edisi Selasa, 21 September 2010, Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyatakan, jumlah kecelakaan lalu lintas maupun korban angkutan lebaran pada tahun ini menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya.
Banyaknya masyarakat yang menggunakan sepeda motor sebagai alternatif kendaraan mudik menjadikan sepeda motor sebagai kendaraan yang paling banyak mengakibatkan kecelakaan berlalu lintas di lebaran tahun ini, yakni sekitar 72%. Okeh karena itu, pihak Menteri Perhubungan menyatakan konsistensinya untuk menekan angka sepeda motor dengan beberapa alternatif, salah satunya adalah dengan mengembangkan Kereta Api Ekonomi ber-AC.
“Memang lebih bagus diganti kereta si, mudik kemarin aku lihat ada keluarga berdua atau bertiga naik motor, kan kasihan”, demikian imbuh Bintang, salah seorang petugas parkir ISS Parking di kampus II, Universitas Tarumanagara.Bintang sendiri lahir di Jakarta, sehingga lebaran kemarin ia hanya bersilahturahmi dengan keluarganya di dalam kota Jakarta.
Abel, demikian nama panggilan untuk pria berusia 23 tahun tersebut turut senang dengan turunnya angka kecelakaan pada mudik lebaran kali ini. “Bagus sih kalau emang berkurang. Kan kasihan keluarganya, jauh – jauh mau ketemu keluarga malah kecelakaan”, demikian ungkapnya memnunjukkan keprihatinannya terhadap korban kecelakaan lebaran 2010 ini.
“Alhamdulillah lancar”, tutur Bintang ketika ditanya tentang Halal Bihalal lebarannya tahun ini. Faktor mudik menjadikan jalanan ibukota Indonesia ini menjadi jauh lebih sepi dan lancar. Karena berdomisili di Jakarta, maka lebaran Bintang dilewati dengan mengunjungi hanya saudara – saudaranya yang ada di Jakarta ini.
Terhitung dari H-7 sampai H+7 lebaran, katanya, kepolisian telah menindak 38.000 pelanggaran. 33.000 diantaranya merupakan tilang. Kendati demikian, patut disyukuri bahwa jumlah kecelakaan dan kematian sudah menurun dan diharapkan bahwa tahun depan kereta api ekonomi AC yang dijanjikan oleh Departemen Perhubungan dapat segera direalisasikan.
oleh : Rudy (915080193)
Banyaknya masyarakat yang menggunakan sepeda motor sebagai alternatif kendaraan mudik menjadikan sepeda motor sebagai kendaraan yang paling banyak mengakibatkan kecelakaan berlalu lintas di lebaran tahun ini, yakni sekitar 72%. Okeh karena itu, pihak Menteri Perhubungan menyatakan konsistensinya untuk menekan angka sepeda motor dengan beberapa alternatif, salah satunya adalah dengan mengembangkan Kereta Api Ekonomi ber-AC.
“Memang lebih bagus diganti kereta si, mudik kemarin aku lihat ada keluarga berdua atau bertiga naik motor, kan kasihan”, demikian imbuh Bintang, salah seorang petugas parkir ISS Parking di kampus II, Universitas Tarumanagara.Bintang sendiri lahir di Jakarta, sehingga lebaran kemarin ia hanya bersilahturahmi dengan keluarganya di dalam kota Jakarta.
Abel, demikian nama panggilan untuk pria berusia 23 tahun tersebut turut senang dengan turunnya angka kecelakaan pada mudik lebaran kali ini. “Bagus sih kalau emang berkurang. Kan kasihan keluarganya, jauh – jauh mau ketemu keluarga malah kecelakaan”, demikian ungkapnya memnunjukkan keprihatinannya terhadap korban kecelakaan lebaran 2010 ini.
“Alhamdulillah lancar”, tutur Bintang ketika ditanya tentang Halal Bihalal lebarannya tahun ini. Faktor mudik menjadikan jalanan ibukota Indonesia ini menjadi jauh lebih sepi dan lancar. Karena berdomisili di Jakarta, maka lebaran Bintang dilewati dengan mengunjungi hanya saudara – saudaranya yang ada di Jakarta ini.
Terhitung dari H-7 sampai H+7 lebaran, katanya, kepolisian telah menindak 38.000 pelanggaran. 33.000 diantaranya merupakan tilang. Kendati demikian, patut disyukuri bahwa jumlah kecelakaan dan kematian sudah menurun dan diharapkan bahwa tahun depan kereta api ekonomi AC yang dijanjikan oleh Departemen Perhubungan dapat segera direalisasikan.
oleh : Rudy (915080193)
Satu Kata Untuk Jakarta : Macet
Matahari bersinar begitu terik menyinari jalanan Jakarta yang mulai penuh sesak oleh kendaraan. Berjalan lambat namun pasti, setiap kendaraan berusaha melaju kencang namun terhenti oleh fenomena biasa yang tak pernah usai, kemacetan.
Itulah kondisi Jakarta, Ibukota negeri kita, sejak dimulainya tanggal 20 September 2010. Usai Lebaran, tidak dipungkiri Jakarta akan kembali pada masalah lalu lintas yang akut yakni macet. Meski tak separah hari-hari biasa, namun jalan raya seperti Jalan Gatot Subroto, MH Thamrin,Jenderal Sudirman, Jalan Casablanca, dan Jalan Raya Fatmawati mulai padat dipenuhi oleh si roda empat dan teman-temannya. Aktifnya perkantoran dan sekolah menjadi alasan utama kemacetan. Liburan panjang pasca Lebaran yang telah usai membuat banyak penduduk Jakarta yang kembali ke kota metropolitan ini. Selain hal itu, kepadatan kendaraan disebabkan juga karena banyaknya pengunjung mall seperti Mall Ambasador yang berlokasi di Jalan Prof Dr Satrio atau pembangunan flyover di Kalibata.
Steffi (23) seorang karyawati menilai bahwa Jakarta harus banyak belajar dari negara tetangga seperti Singapura atau Thailand yang bisa mengatasi kemacetan. "Pemerintah harusnya naikin pajak mobil, tarif parkir atau bensin biar sedikit aja orang yang pake mobil" ucapnya. Namun ia beranggapan bahwa hal tersebut memang susah diterapkan di Indonesia mengingat kendaraan umum yang kurang terjamin keamanannya.
" Fasilitas angkutan umum susah terwujud, banyak yang korupsi kalau mau buat kereta api bawah tanah " sambungnya. Ia merasa cukup terganggu dengan kondisi Jakarta yang mulai mengalami kemacetan. " Kalau saya ke Jakarta terus macet yah merasa terganggu tapi karena kerjanya di Tangerang jadi gak terlalu berimbas." tambahnya.
Kemacetan Jakarta dinilai Teguh (24) sebagai suatu keadaan yang biasa. " Jakarta macet itu biasa, kalau gak macet baru luar biasa." ujar pria yang bekerja sebagai karyawan di Jakarta ini. Kantornya yang berlokasi di Jakarta membuatnya merasa terganggu dan lelah ketika harus berhadapan dengan kemacetan. Ia beranggapan bahwa semua orang harus lebih memanfaatkan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Setiap permasalahan mengandung jalan keluar untuk mengatasinya. Semoga suatu saat nanti Jakarta bisa terlihat sepi bukan karena berkurangnya penduduk melainkan oleh arus jalan raya Ibukota yang teratur dan lancar.
Oleh : Lindayani (915080074)
Sumber :
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/351764/
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://3.bp.blogspot.com/
Itulah kondisi Jakarta, Ibukota negeri kita, sejak dimulainya tanggal 20 September 2010. Usai Lebaran, tidak dipungkiri Jakarta akan kembali pada masalah lalu lintas yang akut yakni macet. Meski tak separah hari-hari biasa, namun jalan raya seperti Jalan Gatot Subroto, MH Thamrin,Jenderal Sudirman, Jalan Casablanca, dan Jalan Raya Fatmawati mulai padat dipenuhi oleh si roda empat dan teman-temannya. Aktifnya perkantoran dan sekolah menjadi alasan utama kemacetan. Liburan panjang pasca Lebaran yang telah usai membuat banyak penduduk Jakarta yang kembali ke kota metropolitan ini. Selain hal itu, kepadatan kendaraan disebabkan juga karena banyaknya pengunjung mall seperti Mall Ambasador yang berlokasi di Jalan Prof Dr Satrio atau pembangunan flyover di Kalibata.
Steffi (23) seorang karyawati menilai bahwa Jakarta harus banyak belajar dari negara tetangga seperti Singapura atau Thailand yang bisa mengatasi kemacetan. "Pemerintah harusnya naikin pajak mobil, tarif parkir atau bensin biar sedikit aja orang yang pake mobil" ucapnya. Namun ia beranggapan bahwa hal tersebut memang susah diterapkan di Indonesia mengingat kendaraan umum yang kurang terjamin keamanannya.
" Fasilitas angkutan umum susah terwujud, banyak yang korupsi kalau mau buat kereta api bawah tanah " sambungnya. Ia merasa cukup terganggu dengan kondisi Jakarta yang mulai mengalami kemacetan. " Kalau saya ke Jakarta terus macet yah merasa terganggu tapi karena kerjanya di Tangerang jadi gak terlalu berimbas." tambahnya.
Kemacetan Jakarta dinilai Teguh (24) sebagai suatu keadaan yang biasa. " Jakarta macet itu biasa, kalau gak macet baru luar biasa." ujar pria yang bekerja sebagai karyawan di Jakarta ini. Kantornya yang berlokasi di Jakarta membuatnya merasa terganggu dan lelah ketika harus berhadapan dengan kemacetan. Ia beranggapan bahwa semua orang harus lebih memanfaatkan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Setiap permasalahan mengandung jalan keluar untuk mengatasinya. Semoga suatu saat nanti Jakarta bisa terlihat sepi bukan karena berkurangnya penduduk melainkan oleh arus jalan raya Ibukota yang teratur dan lancar.
Oleh : Lindayani (915080074)
Sumber :
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/351764/
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://3.bp.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)



