Minggu, 10 Oktober 2010

Jimmy: Merenovasi Taman, Merekatkan Warga

Wahana permainan anak
setelah di renovasi
Jimmy, adalah penggagas pertama direnovasinya taman seluas 70x20 di regensi 1, RW017, Tangerang. Jimmy, atau yang akrab dipanggil Ayau ini telah mengubah taman yang dulunya tidak terurus menjadi berdaya guna dengan memperbaiki sebuah wahana permainan anak-anak, dibangunnya sebuah gazebo di tengah-tengah taman, area jogging track, hingga sarana pijat refleksi menggunakan deretan batu-batu kecil yang terbuat dari batu menyerupai batu pualam yang disemen. Tak lupa juga di taman itu ditanami oleh berbagai tumbuh-tumbuhan, seperti tumbuhan hias hingga tanaman berbuah, seperti pohon delima, serikaya, mangga, jeruk limau, sawo, dan sebagainya.

Awalnya kondisi taman tersebut baik adanya dengan pengelolaan dan pemeliharaan dari pihak developer perumahan Regensi 1. Namun seiring berjalannya waktu, pengelolaan dan pemeliharaan taman akhirnya diserahkan sepenuhnya pada warga. Lahan taman kemudian menjadi tidak terurus karena tidak ada perhatian yang cukup dari warganya. Wahana permainan anak yang semula bagus lama kelamaan mengalami kerusakan hingga berkarat dan tidak layak dipergunakan lagi. Kerusakan taman itu pun semakin parah karena sering kali dilewati kendaraan bermotor, baik sepeda motor hingga truk sebagai jalan pintas. Akibatnya tanah taman menjadi tidak rata dan banyak yang ambles. Keadaan taman akan lebih memprihatinkan jika malam tiba. Tidak adanya penerangan, menyebabkan taman yang seharusnya adalah tempat yang menyenangkan berubah menjadi terkesan menyeramkan.

Hal ini terus berlangsung hingga Ayau berinisiatif untuk membangun dan merenovasi ulang taman yang dulunya banyak didatangi anak-anak ini. Semuanya ia lakukan dengan sukarela, mulai dari biaya bahan baku hingga ongkos pekerja yang tentu jumlahnya tidak sedikit. Lelaki kelahiran Medan, 14 November 1968 yang berprofesi sebagai pengusaha garmen sekaligus kontraktor ini mengaku latar belakang dan motivasi melakukan hal ini lebih dikarenakan oleh faktor kebersihan, ”Ya awalnya sih cuma pengen buat lingkungan jadi bersih aja. Kan enak kalau lingkungan bersih,” tuturnya. Ia mengungkapkan bahwa ia tidak keberatan dengan pembangunan sarana umum menggunakan biaya pribadi, ”Nah justru itu, kalau kita pakai sendiri kurang enak, kalau biasa dipakai rame-rame kenapa tidak, justru akan lebih menyenangkan karena lebih berdaya guna,” ungkapnya.
Gazebo yang berada
 di tengah-tengah taman

Warga sekitar sangat antusias dengan pembangunan taman ini. Salah satunya seperti yang diungkapkan Yap Giok Eng (46), seorang ibu rumah tangga. ”Sangat bagus pembangunan taman ini. Sekarang taman dilihat juga enak, kalau malam terang tidak menakutkan lagi,” ungkap wanita yang berlokasi rumah berseberangan dengan rumah Ayau ini. ”Sangat terbantu sekali dengan usaha dari Ayau untuk membangun taman ini. Ayau memang saya akui orangnya baik, tidak perhitungan, dan royal. Walaupun sarana umum, dia masih mau memperhatikan, jalanan yang rusak pun pernah ia perbaiki,” ungkapnya menceritakan sosok Ayau di matanya.

Pembangunannya sendiri dimulai sejak awal bulan Agustus tahun ini. Walaupun fungsi taman sebagai tempat berkumpul dan bermain telah dikembalikan, tentu sangat disadari Ayau perlunya perawatan dan pemeliharaan secara berkala. Setiap satu atau dua bulan sekali Ayau selalu menyewa tenaga tukang kebun untuk memotong rumput yang semakin meninggi dan menyirami seluruh tanaman yang ada di taman itu. Tahap perenovasianpun diakuinya belumlah selesai. ”Kita lihat saja nanti, kalau masih ada yang kurang saya akan menambahkannya lagi, tentu melihat dana yang tersedia juga,” ungkap Ayau yang telah menghabiskan dana sebesar 25 juta rupiah ini.

Ayau merupakan salah satu sosok yang sangat menginspirasi berkat usaha kreatifnya. Di saat warga lain acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar, ia justru berusaha memperbaikinya sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. Berkat usaha dan kerja kerasnya itulah, kemudian muncul hal-hal positif yang tak terduga sebelumnya dari para warga. Selain untuk sarana kesehatan melalui jogging track dan area pijat refleksi, di gazebo taman yang berukuran cukup besar bisa dilakukan banyak aktivitas, mulai hanya sekedar ngobrol-ngobrol sore, rapat RT/RW, sampai tempat mengadakan pesta kecil seperti acara minum teh sore yang diadakan rutin oleh ibu-ibu RW017. Secara tidak langsung melalui pembangunan taman ini, disadari atau tidak merupakan awal adanya rasa kebersamaan dan kekeluargaan warga yang sempat pudar, dimana yang pada awalnya hubungan dengan tetangga lenggang sekarang menjadi lebih dekat. 


Oleh : Florensia Ranny- 915080077

Sabtu, 09 Oktober 2010

Kreatif dengan Mengenalkan Nail Art sebagai Hobi

Muda, cantik dan berbakat. Inilah kesan pertama kala bertemu dengan Gabriella Gemi Halim atau akrab dipanggil Gaby. Penampilannya yang menarik dengan gayanya yang ceria dan sikapnya yang bersahabat membuat suasana disekitarnya terasa nyaman dan menyenangkan. Anak pertama dari empat bersaudara ini yang lahir di Jakarta, 15 Januari 1989 adalah seseorang yang sangat mencintai seni dan desain.

Di usianya yang masih tergolong muda, ia sudah mampu menghasilkan uang sendiri. Dengan modal sendiri dan kemauan yang keras, ia berhasil membuka suatu usaha online yang menjual produk-produk Nail Art maupun pembuatan produk kuku itu sendiri. Sempat mengenyam pendidikan di INTI College selama beberapa waktu, namun karena kesibukan dan jadwal yang padat akhirnya Gaby memilih untuk berhenti kuliah demi mengejar cita-citanya itu.

"Berhenti kuliah untuk mengejar impian, saya pikir tidak apa-apa selama dia mampu membuktikan bahwa keputusan yang diambilnya tepat dan yang paling penting harus bertanggung jawab dan menerima resiko yang mungkin terjadi di depannya nanti", ujar Anita, 21 tahun, mahasiswi psikologi saat menanggapi hal tersebut. Menurutnya, di zaman sekarang ini pendidikan memang menjadi suatu standar yang menjadi ukuran bagi seseorang dalam menilai kemampuan yang dimilikinya, akantetapi semuannya kembali ke diri masing-masing pribadinya.

Selain membuka usaha, Gaby pun juga mengajar bagaimana membuat Nail Art. Biasanya, pelajaran yang diajarkan lebih diarahkan kepada proses untuk membuat suatu produk yang sudah jadi daripada harus belajar teorinya dulu. Sehingga saat mereka belajar, mereka dapat membawa pulang hasil karya mereka. Setiap karaya yang dibuat pasti akan berbeda-beda karena mencerminkan gaya dan keunikan setiap peserta didiknya.

Gaby menjelaskan, "Ide untuk mengkreasikan produk bisa muncul dimana saja, misalnya dari buku, majalah, tv dan lainnya. Jika ada minat untuk belajar pasti bisa, jangan merasa bahwa hal itu susah dan tidak lupa untuk latihan terus menerus", ungkapnya. Baginya yang penting adalah semua orang tahu tentang Nail Art, bukan hanya sekedar bisnis saja. Selepas berhenti kuliah, ia pun mengikuti berbagai kursus Nail Art.

Meski tidak menyelesaikan kuliah dan harus melewati berbagai hambatan dan tantangan, ia tidak pernah menyesali keputusannya itu. Ia ingin agar setiap orang mempunyai motivasi dalam dirinya masing-masing. Kreatif atau tidak itu bukanlah suatu penghalang karena semuanya bisa dipelajari. Bagi Gaby sendiri kreatif merupakan upaya kita melawan arus dengan menciptakan keunikan tersendiri dan tentunya berbeda dengan orang lain.



- Astrid Meiliani (915080057) -

Selasa, 05 Oktober 2010

Tarif Parkir di Ibukota Akan Naik

Setelah dikejutkan dengan naiknya harga daging dan beberapa bahan pokok pada saat lebaran, sekarang masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta harus bersiap – siap menghadapi kenaikan harga parkir. Wartakota online edisi Selasa, 5 Oktober 2010 menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyetujui kenaikan tarif parkir yang sedang dikaji pemerintah provinsi bersama dengan DPRD.

Foke, demikian panggilan akrab untuk Fauzi Bowo mengatakan bahwa tarif parkir di Indonesia termasuk yang paling murah di dunia. Wakil Ketua DPRD DKI Inggard Joshua mengatakan pihaknya meminta Pemprov DKI mengkaji ulang kenaikan tarif parkir sebagai solusi mengurangi kemacetan di Jakarta. Wita, seorang sales marketing di sebuah perusahaan fotografi untuk pernikahan setuju dengan pernyataan Inggard. “Positifnya kalau tarif parkir naik, kendaraan jadi berkurang”, ungkapnya. Namun ia tidak setuju dengan kenaikan tarif parkir ini karena Wita tidak merasakan keuntungan yang didapat dengan membayar lebih.

Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) dijelaskan besaran tarif parkir untuk mobil pada jalan golongan A adalah Rp 1.000 dan dapat dipungut secara progresif jika tersedia alat ukur parkir. Sementara untuk jalan golongan B, tarif parkir untuk mobil ditetapkan sebesar Rp 1.000 untuk sekali parkir dan tarif motor Rp 500. Sedangkan untuk pelataran parkir dan gedung parkir, tarif ditetapkan lebih besar yakni untuk mobil sebesar Rp 3.000 pada jam pertama dan Rp 1.500 untuk setiap tambahan jam berikutnya sedangkan tarif motor Rp 750 per jam.

Disisi lain, Leonard, seorang wiraswasta di Tanah Abang menyatakan kesetujuannya apabila tarif parkir dinaikkan. “ Kalau naik ya gak apa, yang penting harus sebanding”, ujar pria berusia 24 tahun tersebut. Kesetujuan Leonard didasarkan asumsinya bahwa tarif yang dinaikkan harus sesuai dengan fasilitas yang didapat oleh pengguna parkiran.

Foke mengatakan kenaikan tarif parkir diberlakukan dengan cara zonasi yang lebih ketat."Kami perlu tarif parkir yang wajar, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu murah, sehingga masyarakat tidak menganggap gampang”,ujarnya

Hal terpenting bukanlah naik atau tidaknya tarif parkir, namun bagaimana masyarakat dapat menyikapinya dan melihat dari segi positif serta mendukung hal – hal yang bermanfaat bagi bangsa dan negara kita ini.

-Rudy-
915080193

Senin, 04 Oktober 2010

Antikorupsi, Pelajaran Wajib Tahun 2011

Seruan antikorupsi sebenarnya sudah menjadi tuntutan lama dari masyarakat Indonesia. Berbagai usaha pun telah diusahakan untuk membebaskan bangsa ini dari belenggu sumber keboborokan itu, seperti dengan dibentuknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Sekarang ada wacana baru yang muncul. Kementerian Pendidikan Nasional dan Komisi Pemberantasan Korupsi sepakat memasukkan pendidikan antikorupsi di semua sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Program pemerintah ini direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2011. Dengan adanya hal ini diharapkan dapat memberikan pendidikan karakter berkenaan dengan antikorupsi yang kuat untuk generasi muda.

Berkaitan dengan rencana program baru pemerintah ini, Hosea (20), mengungkapkan pendapatnya. “Kayaknya program ini kurang efektif,  karena pada dasarnya korupsi itu bukan cuma karena kurang kesadaran, tapi masalahnya terletak pada sistem yang tampak jelas dan mudah digunakan,” ungkapnya. Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Tangerang ini berpendapat rasanya kurang tepat jika pendidikan antikorupsi dijadikan mata pelajaran di sekolah-sekolah. “Lah yang korupsi bukan anak sekolahan kok,” ungkapnya, “Sebenarnya harus ada badan pengawas yang bisa dipercaya dan memiliki wewenang yang jauh independen dari KPK yang sekarang.”

Berbeda dengan Hosea, Yosef Riyanto (16), seorang siswa SMA mengaku menyetujui program pemerintah yang satu ini. “Ya kalau memang tujuannya baik, ya gak masalah. Asal sumber korupsi yang ada sekarang juga dijadikan perhatian,” jelasnya

Apakah program ini akan jadi dicanangkan dan bakal berjalan efektif? Apakah bangsa ini masih bisa diselamatkan atau tidak, kita lihat saja nanti, 

Oleh : Florensia Ranny (915080077)

          google.com (gambar)

Sate Wahab, Sate Unik Tak Bertusuk

Ketika kita membayangkan hidangan sate, tentu timbul di pikiran kita tentang daging ayam atau kambing yang ditusuk dengan sebilah bambu. Namun hal ini akan terasa berbeda jika kita mengunjungi salah satu tempat bersantap yang ada di daerah Tangerang ini. Ya, Warung Barokah Pak Wahab atau yang sering dikenal sebagai Sate Wahab. Tak perlu jauh-jauh ke daerah Jakarta, tak perlu dalam-dalam merogoh kantung dan dompet, sebab di jalan Imam Bonjol  No. 79 ini, kita bisa menikmati seporsi sate kambing dengan harga Rp 10.000,-. Murah bukan?

Proses pembuatan sate kambing asli resep sendiri ini dengan memakai daging kambing yang masih muda, sehingga menambah kenikmatan rasa tanpa harus mengecap bau kambing yang kadang terasa di dalam dagingnya. Daging kambing dipotong kecil-kecil lalu ditusukkan ke sebuah bambu berukuran besar dan dibakar serta diberi bumbu. Setelah matang, daging dipotong kecil-kecil lalu diberi bumbu kacang dan siap untuk menggoyang lidah para penikmatnya.

Awalnya, Pak Haji Wahab, pemilik dari warung sate ini telah berjualan sejak tahun 1978. Dengan ketekunan dan kualitas yang terus ditingkatkan dan dijaga, kini beliau telah memiliki tempat untuk berjualan sendiri bahkan membeli sebuah area untuk dijadikan tempat parkir. Haji berumur 63 tahun ini berbagi cerita bahwa ia selalu membeli kambing muda yang terbaik untuk menambah cita rasa masakannya. "Saya juga pake kacang yang kecil-kecil jadi manis Neng rasanya. Kalau warung sate lain biasanya pake kacang tanah yang besar." tambahnya.

Mencicipi sate kambing dan sop kambing ini memang tidak cukup satu kali. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Ridwan (45). Ia mengaku telah berkali-kali mampir ke warung ini untuk mengulang kenikmatan yang ada di setiap gigitan saat menyantap sate kambing. " Rasanya beda dari yang lain, cocok di lidah saya. Unik juga, sate tapi ga ditusuk-tusuk." ujar pria yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil ini.

Yani (20) memiliki kesan tersendiri dengan sate Wahab ini, porsinya yang pas dan harganya yang terjangkau membuat mahasisiwi ini berkali-kali datang dan tak pernah merasa kecewa dengan rasa dan harganya. " Lagipula satenya tidak ditusuk-tusuk jadi gampang makannya dan lebih bersih juga." ujarnya.

Menikmati hidangan sate ini terasa tak ada ruginya. Warung yang berdiri lebih dari 30 tahun ini selalu ramai dari jam 15.00 WIB sampai 21.00WIB. "Kadang jam 7 atau 8 juga sudah habis dagangannya, biasanya hari Sabtu dan Minggu." ujar Pak Haji Wahab yang mengaku menghabiskan 7 ekor kambing setiap harinya di warung Barokah ini.

Oleh : Lindayani (915080074)
Sumber : http://www.detikfood.com/read/2010/04/23/151417/1344233/290/ketagihan-sate-kambing-batibul-pak-wahab
http://www.google.co.id/imglanding?q=sate+wahab&um=1&hl=id&sa=N&biw=1700&bih=723&tbs=isch:1&tbnid=AmoAZwjBNZ0-UM:&imgrefurl=http://jajanankuliner.com/2008/10/27/coba-jajanan-enak/

Jumat, 01 Oktober 2010

Hujan Menghambat Aktivitas Warga Jakarta

Dinginnya malam disertai angin yang kencang dan suara rintik-rintik hujan membuat suasana di sekitarnya terasa melelahkan. Selama beberapa pekan terakhir, Jakarta terus dilanda hujan. Biasanya menjelang sore saat jam sibuk pulang kantor, warga Jakarta harus merasakan udara dingin yang menghampiri mereka. Tanah yang basah, jalanan yang becek serta padatnya kendaraan membuat setiap orang malas untuk bergerak.

Dalam Tempointeraktif online tanggal 25 September 2010, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yag diwakili oleh Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian menyatakan, bahwa cuaca ekstrim masih akan terjadi  saat sore hari, terutama di akhir pekan ini. Cuaca ekstrim ini terjadi karena siklus basah dan kering yang terlalu cepat akibat La Nina dan pemanasan global. 

" Paling sering hujan turun pas jam pulang kantor, jadi malas banget kalau mau pulang. Tapi kalau tunggu reda bisa sampai malam. Mending kalau ada kendaraan pribadi! Ini kan naek bus, lama nunggunya," ujar Regin, salah seorang pegawai swasta di daerah Tanjung Duren. Menurutnya, hujan yang datang selama sepekan ini sangat mengganggu kegiatannya, terutama pekerjaannya yang sebagai marketing membuatnya merasa kerja dua kali lipat disaat hujan datang.

Foto : Dok. Google
Nina (21), mahasiswi salah satu perguruan swasta di Jakarta menjelaskan bahwa hujan yang turun hampir setiap hari baik pagi maupun sore membawa pengaruh yang cukup besar dalam akitivitasnya sehari-hari. " Setiap hari kalau mau pergi kuliah jalanan jadi macet pas hujan. Kalau mau pulang kuliah juga kadang banjir, jadi serba salah kalau mau kemana-mana. Apalagi saat mau cari bahan tugas, kesel banget" sesalnya. Nina yang merupakan mahasiswa jurnalistik mengungkapkan bahwa hujan yang datang seringkali membuat dirinya tidak berkutik.

Hujan yang turun sepekan ini tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat tapi juga menyebabkan timbulnya penyakit. Cuaca yang kadang panas terkadang dingin membuat virus penyakit dengan mudah menyebar dan hinggap di tubuh seseorang. Ketidaksiapan seseorang saat hujan tiba dan daya tahan tubuh yang berbeda-beda memang sangat memungkinkan. Untuk itu, pentingnya minum vitamin dan istirahat yang cukup serta sedia payung sebelum hujan akan lebih baik dilakukan daripada terlambat nantinya. 

Selain itu, BMKG juga menyatakan beberapa daerah yang akan terkena cuaca ekstrim ini melingkupi seluruh Jawa, Sumatera bagian Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, serta Sorong, Timika, dan Biak di wilayah Papua. Tidak ada yang tahu sampai kapan hal ini akan terus berlanjut. Oleh karenanya, akan lebih baik setiap individu bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan tidak lupa untuk selalu siap sedia.



- Astrid Meiliani (915080057)-

Q! Film Festival Menuai Protes FPI

Jakarta, 1 Oktober 2010. Belum lama, berita Jakarta ramai diwarnai oleh pemberitaan mengenai kecaman kelompok agama Front Pembela Islam (FPI) terhadap sebuah festival film yakni Q! Film Festival (QFF), yang mengambil tema LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) untuk festivalnya tahun ini. Festival film ini dianggap buruk dan merusak moral bangsa Indonesia.

foto: dok. google
Pada dasarnya QFF ini dimulai pada tahun 2002 oleh beberapa wartawan lepas yang akhirnya menamakan diri mereka Q! Munity. Tema pertama QFF adalah HIV/AIDS. Sejak kemunculan pertamanya, QFF sudah menuai kecaman dari beberapa pihak terutama kelompok-kelompok Islam fanatik. Namun sebenarnya, QFF mencoba untuk membuka mata masyarakat agar peduli dengan kaum-kaum LGBT ini yang seringkali dikucilkan dalam lingkungan-lingkungan sosial.

Sandra, 20, sukarelawan QFF mengungkapkan bahwa para mahasiswa yang ikut berdemonstrasi menentang festival film ini tidak memiliki pikiran yang terbuka. QFF bukan hanya soal LGBT saja tetapi juga tentang cinta serta bagaimana melihat kehidupan dari sisi yang berbeda. Menurutnya menjadi homoseksual bukanlah suatu hal yang tabu atau dosa. Dosa atau tidak biar Tuhan yang menentukan, "FPI bukan Tuhan, jadi jangan  menghakimi," tuturnya.

Sedangkan salah seorang penonton, Christopher, 29, seorang warga negara asing mengatakan festival ini merupakan suatu kreasi yang bagus. Walaupun Indonesia tidak terlalu terbuka dengan isu homoseksual, namun festival film dibuat dengan matang dan disajikan dengan baik sekali. Tentang kecaman dari FPI, pria yang akrab disapa Chris ini mengatakan, "Hal ini merupakan satu langkah mundur bagi Indonesia. Saya membaca berita ini di website Guardian.co.uk, yang berarti dunia internasional pun tahu mengenai hal ini, dan aksi ini membuat refleksi yang buruk tentang Indonesia di mata internasional."

Sementara itu pihak QFF sendiri mengatakan melalui situs resminya bahwa festival film ini akan terus berlanjut dengan adanya perubahan jadwal pemutaran film seiring dengan adanya insiden penghentian paksa dari FPI beberapa waktu lalu. Aksi penentangan festival film ini merupakan tindakan yang kesekian kalinya oleh FPI dalam menggugat kebebasan berekspresi masyarakat. Festival film yang dipersiapkan secara apik dan menarik oleh tim Q! Munity pun bukan dihargai sebagai wujud sebuah seni malah ditentang keberadaannya. Hal ini mungkin dapat dijadikan bahan renungan bagi setiap orang bahwa keindahan sebuah karya seni tidak mengenal batas atau pun golongan tertentu.

oleh: Chrestella - 915080072